Salah satu dasar aqidah yang benar adalah: beriman bahwa Allah ta’ala adalah satu-satunya Yang bisa menghidupkan dan mematikan, dan barang siapa yang mengaku bahwa ada selain Allah yang mampu memberikan kehidupan dan kematian maka ia telah kafir, bahkan orang-orang musyrik dengan kebodohan mereka tidak meyakini berhala-berhala dan tuhan mereka bisa melakukannya.
Allah ta’ala berfirman:
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
(Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia akan mematikan kamu, Dia akan menghidupkan kamu kembali, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan? )QS. Al-Baqarah /28
Allah ta’ala berfirman:
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَى وَأَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
(Demikianlah (penciptaan manusia) itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Benar dan sesungguhnya Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. )QS. Al-hajj /6
Allah ta’ala berfiman:
وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الإِنْسَانَ لَكَفُورٌ
الحج/66
(Dialah yang menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu kembali (pada hari kebangkitan). Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat kufur.) QS. Al-Hajj /66
Allah subhanahu wa ta’ala telah menjelaskan kelemahan tuhan-tuhan yang mengaku bisa menciptakan, memberikan rizki, menghidupkan dan mematikan.
Allah ta’ala berfirman:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
الروم/40
(Allahlah yang menciptakanmu, kemudian menganugerahkanmu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu persekutukan (dengan Allah) yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.) QS. Ar-Rum /40.
Syekh Muhammad al-Amin al-Shanqiti, semoga Allah merahmatinya, berkata:
Firman-Nya subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang mulia ini,
هَلْ مِن شُرَكَائِكُمْ مَّن يَفْعَلُ مِن ذَلِكُمْ مّن شَىْء سُبْحَـانَهُ وَتَعَـالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Adakah di antara mereka yang kamu persekutukan (dengan Allah) yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.”
jelas menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun dari sekutu-sekutu mereka yang mampu melakukan sedikit pun dari apa disebutkan dalam ayat tersebut, termasuk kehidupan, yang diungkapkan dengan (“Dia menciptakan kamu,”), dan kematian, yang diungkapkan dengan (“Kemudian Dia akan mematikanmu,”) dan kebangkitan, yang diungkapkan dengan (“Kemudian Dia akan menghidupkanmu.”), Dia menerangkan bahwa mereka tidak mampu menghidupkan orang mati dengan mengatakan,
أَمِ ٱتَّخَذُواْ آلِهَةً مّنَ ٱلاْرْضِ هُمْ يُنشِرُونَ
(Apakah mereka mengambil dari bumi tuhan-tuhan yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?”), lebih lanjut Dia menjelaskan bahwa mereka tidak menghidupkan maupun menghidupkan kembali dalam pernyataan-Nya,
قُلْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُمْ مَّن يَبْدَأُ الخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ قُل ٱللَّهُ يَبْدَأُ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ
(Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah di antara sekutu-sekutu kamu ada yang dapat memulai penciptaan (makhluk) kemudian mengembalikannya (menghidupkannya lagi)?” Katakanlah, “Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengembalikannya (menghidupkannya lagi). Lalu, bagaimana kamu dapat dipalingkan (dari kebenaran)?”), Dia menjelaskan bahwa hanya Dia sendiri yang memegang kekuasaan atas kematian dan kehidupan dalam banyak ayat, seperti firman-Nya:
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلاَّ بِإِذْنِ الله كِتَـاباً مُّؤَجَّلا ً
("Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya."),
dan firman-Nya:
وَلَن يُؤَخّرَ ٱللَّهُ نَفْساً إِذَا جَاء أَجَلُهَا
(“Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang.”)
dan firman-Nya:
إِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ إِذَا جَاء لاَ يُؤَخَّر
(“Sesungguhnya ketetapan Allah itu, apabila telah datang, tidak dapat ditunda.”)
dan firman-Nya:
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوٰتًا فَأَحْيَـاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ
(“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia akan mematikan kamu, Dia akan menghidupkan kamu kembali,).
Dan firman Yang Mahakuasa:
قَالُواْ رَبَّنَا أَمَتَّنَا ٱثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا ٱثْنَتَيْنِ
(Mereka menjawab, “Wahai Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula),”) Dan ayat-ayat lainnya selain ini.
Penjelasan ayat-ayat yang kami sebutkan diatas sebagian dari bagian lainya dikenal sebagai darurat dalam urusan agama. Akhir kutipan dalam “Adzwaul Bayan” (6/271).
Diantara tanda-tanda kenabian Isa Ibnu Maryam ‘alaihis salam adalah bahwa dia bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati atas izin Allah, dan bukan berarti Isa mampu melakukan hal itu, kecuali jika Tuhannya Yang Maha Suci dan Maha tinggi berkehendak.
Allah ta’ala berfirman:
وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآَيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ
آل عمران/49
((Allah akan menjadikannya) sebagai seorang rasul kepada Bani Israil. (Isa berkata,) “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, sesungguhnya aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah yang berbentuk seperti burung. Lalu, aku meniupnya sehingga menjadi seekor burung dengan izin Allah. Aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit buras (belang) serta menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah. ) QS. Ali Imran /49.
Allah berfirman:
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلى وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإِنْجِيلَ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي وَتُبْرِئُ الأَكْمَهَ وَالأَبْرَصَ بِإِذْنِي وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَى بِإِذْنِي
المائدة/110
((Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu sewaktu Aku menguatkanmu dengan Ruhulkudus. Engkau dapat berbicara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan setelah dewasa. (Ingatlah) ketika Aku mengajarkan menulis kepadamu, (juga) hikmah, Taurat, dan Injil. (Ingatlah) ketika engkau membentuk dari tanah (sesuatu) seperti bentuk burung dengan seizin-Ku, kemudian engkau meniupnya, lalu menjadi seekor burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau menyembuhkan orang yang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. (Ingatlah) ketika engkau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku. ) QS. Al-Maidah /110.
Adapun yang terjadi pada penentang Ibrahim ‘alaihis salam, bahwasanya ia mampu menghidupkan dan mematikan, maka yang seperti ini termasuk klaim yang paling konyol dan tidak benar, karena itulah, ketika Ibrahim 'alaihis salam berdebat dengannya, orang kafir itu pun terdiam, dan terbuktilah ketidak benaran klaimnya.
Allah berfirman:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آَتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
البقرة/258
(Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhannya karena Allah telah menganugerahkan kepadanya (orang itu) kerajaan (kekuasaan), (yakni) ketika Ibrahim berkata, “Tuhankulah yang menghidupkan dan mematikan.” (Orang itu) berkata, “Aku (pun) dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Kalau begitu, sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur. Maka, terbitkanlah ia dari barat.” Akhirnya, bingunglah orang yang kufur itu. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. ) QS. Al-Baqarah /258.
Maka tidak seorang pun dari umat manusia yang bisa mengklaim dirinya sanggup menghidupkan kembali orang mati, dan barang siapa yang mengklaim hal itu, hendaklah ia membangkitkan para utusan, nabi, dan orang-orang besar yang telah meninggal, jika ia merasa bahwa klaimnya benar.
Wallahu a’lam.