Isa ‘Alaihis Salam memiliki dua kondisi :
- Kondisi pertama : Sebelum Allah mengangkatnya ketika orang-orang Yahudi ingin menyalibnya. Tugasnya pada waktu itu seperti tugas nabi mana pun yang diperintahkan untuk menyampaikan risalah. Allah memberinya kitab Injil untuk meneguhkan kitab Taurat, memberinya mukjizat sebagaimana yang telah diketahui, seperti : menyembuhkan orang buta dan penderita kusta, menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan mukjizat-mukjizat terkenal lainnya. Isa ‘Alaihis Salam mengajak umatnya untuk beribadah kepada Allah, meng-esa-kan dan mematuhi-Nya. Isa ‘Alaihis Salam menjadi saksi atas mereka selama dia tinggal di antara mereka.
- Kondisi kedua : Pada akhir zaman ketika Dajjal keluar. Allah menurunkan Isa ‘Alaihis Salam ke bumi. Ia menjadi pemimpin bagi kaum Mukminin dan menjadi hakim bagi mereka dengan syariat Islam. Dia akan membunuh Dajjal. Pada masa Isa ‘Alaihis Salam akan muncul Al-Mahdi. Berkah akan turun dari Allah, sehingga seekor unta saja susunya akan mencukupi untuk jumlah manusia yang sangat banyak. Harta benda melimpah. Pada zamannya akan keluar Ya’juj dan Ma’juj. Mereka akan dibangkitkan di bumi dan membuat kerusakan. Kemudian Allah akan membinasakan Ya’juj dan Ma’juj. Isa ‘Alaihis Salam akan memimpin di bumi dengan syariat Islam hingga meninggal dunia. Kaum Muslimin akan menshalatinya. Selanjutnya Allah akan mengirimkan angin yang dingin. Nyawa setiap Mukmin akan dicabut. Setelah itu tidak ada lagi manusia, kecuali manusia-manusia yang buruk. Kiamat pun akan terjadi pada mereka.