Hukum Berdzikir Menyebut Nama Allah Dengan Lisan Tanpa Kehadiran Hati Dan Renungan Mendalam

Pertanyaan: 258651

Apakah seorang muslim mendapatkan pahala karena menyebut nama Allah tanpa menghadirkan pikirannya (menyebut nama Allah secara spontan), dan apakah ia juga  mendapatkan pahala karena menyebut kalimat tauhid dan beristighfar tetapi tidak menghadirkan pikiran, apakah ia mendapatkan pahala penuh sebagaimana disebutkan dalam beberapa Hadis tentang dzikir?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Pertama:

Yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim adalah memperbaiki dzikirnya kepada Allah ta’ala, supaya ia bisa memetik buah dari dzikir dan tercapai tujuan-tujuan berdzikir, hal tersebut tidak bisa tercapai kecuali apabila dzikir lisan disertai dengan hadirnya hati, dan dzikir tidak cukup hanya dengan menggerakkan lidah dan kedua bibir.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

الأنفال /2.

(Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal,) QS. Al-Anfal /2.

Buah dari dzikir yang berupa rasa takut dan bertambhnya iman tidak akan terwujud kecuali dengan renungan yang mendalam.

Syekh Abdurrahman As-Sa’adi rahimahullah ta’ala mengatakan,”(adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetar hatinya), artinya mereka menjadi takut dan gentar, dan rasa takut kepada Allah ta’ala mengharuskan mereka menjauhi hal-hal yang dilarang, karena sesungguhnya pertanda kuat adanya rasa takut kepada Allah ta’ala adalah dengan menahan diri dari perbuatan dosa.

(dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya) penjelasannya adalah: mereka mendengarkan dan menghadirkan hati mereka untuk merenunginya, dan pada saat itulah iman mereka bertambah kuat, karena perenungan adalah pekerjaan hati, dan karena harus ada penjelasan kepada mereka makna yang tidak mereka fahami sebelumnya, atau mereka ingat apa yang sebelumnya telah mereka lupakan, atau yang menumbuhkan keinginan dalam hati mereka untuk kebaikan, kerinduan akan kemuliaan Tuhan mereka, atau rasa takut akan hukuman, dan keengganan untuk berbuat dosa. Ini semuanya merupakan hal-hal yang meningkatkan iman. Akhir kutipan dari "Tafsir al-Sa'di" (hlm. 315).

Seorang muslim yang berdzikir hanya dengan lisan saja tanpa menghadirkan hati tidak dapat memetik buah yang diharapkan dari dzikir tersebut, maka dzikir tersebut menjadi amalan yang tidak sempurna.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “berdzikir dengan hati akan membuahkan makrifat, menumbuhkan rasa cinta, menyebabkan rasa malu, melahirkan rasa takut, mendorong untuk selalu waspada, mencegah kelalaian dalam ketaatan, keteledoran dalam perbuatan dosa dan keburukan”

Berdzikir hanya dengan lisan saja pasti tidak bisa menghasilkan buah tersebut, jika saja ia berbuah tentu saja buahnya sangat lemah. Akhir kutipan dari “al-wabil as-saib” (hlm.221).

Kedua:

Jika seorang muslim berdzikir hanya cukup dengan lisan saja, apakah ia diganjar pahala ?

Ada yang mengatakan: Ya, ia akan diberi pahala sesuai porsinya, karena gerak lidah dalam dzikir merupakan amal saleh yang dilakukan oleh lidah, dan merupakan salah satu ketaatan ucapan dari ketaatan-ketaatan lidah. Jika hati sepakat dengan lidah, maka demikianlah adanya. Jika tidak, ia akan menerima ganjaran pahala sesuai porsinya.

Semestinya ia harus memiliki semacam persetujuan dari hatinya, meskipun tidak sepenuhnya, dan semacam perhatian terhadap apa yang ia ucapkan. Oleh karena itu ia memilih untuk berdoa misalnya, dalam satu situasi, memohon ampunan dalam situasi lain, dan berdzikir secara spontan dalam situasi yang lain, dan seterusnya.

Allah telah menentukan takaran dalam segala hal.

An-Nawawi rahimahullah berkata: “al-Qadhi ‘Ayadh rahimahullah mengatakan: dzikir kepada Allah ada dua macam: dzikir dengan hati, dan dzikir dengan lisan”.

Adapun dzikir dengan lisan semata: adalah termasuk jenis dzikir yang paling lemah, namun demikian ada keutamaan yang agung di dalamnya, sebagaimana disebutkan dalam beberapa Hadis” akhir kutipan dari “ Syarh Sahih Muslim’” (17/15).

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “terkadang dizikir terjadi dengan lisan , yang mengucapkannya mendapatkan ganjaran pahala”

Dan tidak di persyaratkan dalam hal ini untuk memahami maknanya, tetapi dipersyaratkan untuk tidak dimaksudkan selain maknanya”.

Dan Jika zikir di dalam hati ditambahkan pada ucapan, maka ucapan tersebut menjadi lebih sempurna.

Jika makna zikir ditambahkan padanya, dan apa yang terkandung di dalamnya, yaitu mengagungkan Allah SWT dan mengingkari kekurangan-Nya, maka ucapan tersebut menjadi lebih sempurna. Akhir kutipan dari “Fath al-Bari” (11/209).

Syeikh Al-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala berkata:

“Sesungguhnya manusia ada empat tingkatan dalam berdzikir:

  1. Dzikir dengan hati dan lisan, inilah yang di perintahkan
  2. Dzikir dengan hati saja, jika hal ini dilakukan karena ketidakmampuan lidah, maka itu baik, tetapi jika dengan adanya kemampuan lidah maka meninggalkannya termasuk meninggalkan yang lebih utama.
  3. Berdzikir dengan lisan saja, hal ini mejaga lidahnya tetap lembab dengan berdzikir, dalam sebuah Riwayat disebutkan bahwa para malaikat tidak menemukan kebaikan kecuali dengan menggerakkan lidahnya untuk berdzikir kepada Allah.

Allah berfirman dalam Hadist Qudsi: ("Aku senantiasa menyertai hamba-Ku selama dia mengingat Aku, dan terus menggerakkan kedua bibirnya untuk berdzikir kepada-Ku.")

  1. Tidak melakukan keduanya, ini adalah keadaan orang-orang yang merugi.

Akhir kutipan dari “Majmu al-fatawa” (10/566)

Untuk jawaban lebih lanjut lihat jawaban dari soal No. (318586), dan No. (235993)

Wallahu a’lam.

Rujukan

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

answer

Tema-tema Terkait

at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android