Apakah Mizan (Timbangan) Pada Hari Kiamat Mempunyai Lisan (Penunjuk Timbangan)

Pertanyaan 166003

Apakah ada dalil tentang ucapan bahwa mizan (timbangan) pada hari kebangkitan akan mempunyai lisan (penunjuk) ?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Mizan yang akan menjadi timbangan amal pada hari kiamat telah ada ketetapannya di dalam Al Qur’an dan Sunnah yang mutawatir, dan telah ditetapkan sifatnya bahwa ia mempunyai dua sisi timbangan untuk menjadi tempat timbangan kebaikan di satu sisi dan keburukan di sisi yang lain, sebagaimana di dalam hadits pemilik kartu (shohibul bithaqah) yang terkenal, Sebagian ulama berkata: “Sungguh mizan ini mempunyai lisan (alat penunjuk), dan hal ini ada riwayatnya dari Ibnu Abbas dan Hasan Al Bashri, dan tidak ada hadits yang shahih terkait hal ini yang marfu’ (sampai ke Nabi).

Syiekh Shalih bin Abdul Aziz Al-Sheikh -hafidzahullah- berkata:

“Dan telah ada di dalam Sunnah bahwa timbangan (mīzān) itu memiliki dua sisi piringan: satu sisi diletakkan padanya keburukan-keburukan, dan di sisi lainnya lagi diletakkan padanya kebaikan-kebaikan. Maka barang siapa yang berat timbangan kebaikannya, ia akan beruntung, berhasil, dan masuk Surga. Dan barang siapa yang berat timbangan keburukannya, maka ia berada dalam ancaman Allah ‘Azza wa Jalla.”

Sebagian ulama Ahlus Sunnah berkata dalam penjelasan akidah mereka: “Sesungguhnya timbangan itu memiliki dua sisi piringan dan juga memiliki lisan (penunjuk keseimbangan).”

Dan bahwa timbangan itu memiliki lisan (alat penunjuk) sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam Lum‘ah, dan juga disebutkan oleh selain beliau — tentang hal ini aku tidak menghafal adanya dalil yang jelas, atau aku belum mengetahui adanya dalil yang tegas. Namun mereka mengambilnya dari zahir makna “penimbangan”, karena berat-ringannya tampak melalui lisan (penunjuk timbangan). Maka mereka mengamalkan makna lahiriah lafaz tersebut dan menjadikannya sebagai penetapan adanya lisan. Oleh karena itu, masalah ini sepatutnya menjadi bahan kajian. Selesai. (Syarh al-‘Aqidah ath-Thahawiyah)

Adapun redaksi Ibnu Qudamah -rahimahullah- yang dimaksud dalam Lum‘atul I‘tiqad adalah perkataan beliau:

“Dan timbangan itu memiliki dua daun (piringan) dan lisan; dengannya amal-amal ditimbang:

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ * وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُوْلَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ

“Maka barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam Jahannam.’
(QS. Al-Mu’minun: 102–103)”.

Selesai.

Abdul Razzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad -hafidzahullah- berkata:

“(Al-Mīzān / Timbangan) — termasuk bagian dari iman kepada hari akhir adalah beriman kepada timbangan yang akan ditegakkan pada hari Kiamat:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ

الأنبياء/ 47

“Dan Kami akan memasang timbangan-timbangan yang adil pada hari Kiamat, maka tidaklah seseorang dirugikan sedikit pun. Dan jika (amal itu) hanya seberat biji sawi, pasti Kami akan mendatangkannya. Dan cukuplah Kami sebagai Penghisab.” (QS. Al-Anbiya: 47)

Maka amal-amal, catatan-catatan (amal), dan juga orang-orang akan ditimbang. Ia adalah timbangan yang hakiki, memiliki dua daun (piringan); pada satu daun diletakkan kebaikan-kebaikan, dan pada daun yang lain diletakkan keburukan-keburukan.

Di antaranya adalah hadits tentang al-Bithāqah (kartu catatan amal). Sisi pendalilannya adalah disebutkannya dua daun timbangan dalam sabda Nabi:

فتوضع البطاقة في كفة والسجلات في كفة

‘Maka kartu itu diletakkan pada satu daun, dan lembaran-lembaran (catatan dosa) diletakkan pada daun yang lain.’

Disebutkan dalam sebagian atsar: ‘Ia memiliki lisan dan dua daun.’ Riwayat ini datang dari Ibnu Abbas -radhiyallahu anhuma-, disebutkan oleh Abu Sheikh Al-Asbahani melalui jalur al-Kalbi. Juga diriwayatkan dari al-Hasan. Namun penyebutan “lisan” tidak datang dalam hadits yang marfū‘ (sampai kepada Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-).

Hadits-hadits tentang timbangan adalah mutawātir, dan Al-Qur’an penuh dengan ayat-ayat tentang timbangan. Ia adalah timbangan-timbangan yang menimbang hingga seberat zarrah (partikel terkecil):

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ * وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

(الزلزلة 7-8)

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasannya).’ (QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Selesai dari At-Tuhfah as-Saniyyah Syarh Qashidah Ibni Abi Dawud al-Ha’iyyah.”

Wallahu A’lam.

Rujukan

Tanda-tanda Kiamat

Refrensi

Soal Jawab Tentang Islam

at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android