Selasa 13 Dzulqoidah 1445 - 21 Mei 2024
Indonesian

Bagaimana Seorang Muslim Berlepas Dari Akhlak Buruk dan Berhias Dengan Akhlak Terpuji?

Pertanyaan

Akhlak saya buruk sekali, saya durhaka kepada ibu saya, selalu membuatnya marah. Kadang akhlak saya bagus, tapi yang dominan berakhlak buruk. Bagaimana saya memperbaiki akhlak saya? Apa saja hal-hal yang bisa membantu saya untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berakhlak baik? Apakah saya akan diberi sanksi jika akhlak saya buruk? Atau akhlak baik itu hukumnya sunah saja? Ketika berusaha memperbaiki akhlak, saya merasa riya (pamer) dan saya merasa bahwa saya sedang melakukan syirik kecil dalam berakhlak. Bagaimana saya bisa teguh pada akhlak yang baik dan ikhlas kepada Allah?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Pertama:

Akhlak mulia adalah bobot paling berat dalam timbangan amal pada hari kiamat dan menjadi manusia pilihan yang paling dekat tempat duduknya dengan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada hari kiamat.

Tirmidzi (2018) telah meriwayatkan dan telah dinyatakan hasan dari Jabir bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا (وصححه الألباني في صحيح الترمذي )

“Sungguh yang paling aku cintai dari kalian dan yang paling dekat dengaku tempat duduknya pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya dari kalian”. (Telah dinyatakan shahih oleh Al Albani di dalam Shahih Tirmidzi)

Bukhori (6035) dan Muslim (2321) telah meriwayatkan dari Abdullah bin Amr dari Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا

“Sungguh yang terbaik dari kalian adalah yang paling baik akhlaknya”.

An Nawawi –rahimahullah- berkata:

“Di dalam hadits ini terdapat perintah untuk berakhlak baik, dan menjelaskan keutamaan pelakunya, dan itulah sifat para Nabi Allah Ta’ala dan para walinya”.

Hasan Bashri berkata: “Hakekat akhlak yang baik adalah berbagi kebaikan, tidak menyakiti (orang lain), dan wajah berseri.”  

Al Qadhi Iyadh berkata: “Menggauli manusia dengan baik dan ceria, penuh cinta kepada mereka, manyayangi mereka, sabar dengan mereka, bijaksana, sabar pada hal yang tidak disukai dari mereka, tanpa kesombongan dan mengulur-ngulur mereka. Dan menjauhi bersikap kasar dan kemarahan, dan menyalahkan.”

Kedua:

Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa besar dan anak durhaka tidak akan beruntung di dunia dan akhirat.

Diwajibkan bagi seorang muslim dan muslimah untuk berlaku baik semaksimal mungkin kepada kedua orang tua dan berusaha untuk berbakti kepada keduanya dengan semua kemampuan, dan menjauhi sikap perbuatan yang dapat menjadikan mereka marah dan menyelisihi mereka serta durhaka kepada keduanya.

Ketiga:

Memperbaiki akhlak dan mendidiknya, mungkin dilakukan. Dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mengenali keutamaan akhlak yang baik dan balasan yang baik serta dampaknya di dunia dan akhirat.
  • Mengenali keburukan akhlak yang tercela dan dampak dari balasan dan pengaruh yang buruk.
  • Menyimak biografi generasi terdahulu dan sikap orang-orang saleh.
  • Menjauhi kemarahan, berhias dengan kesabaran dan berlatih sabar, tidak tergesa-gesa.
  • Bergaul bersama orang-orang yang berakhlak baik dan hindari pergaulan dengan orang-orang yang berakhlak buruk.
  • Melatih jiwa untuk berakhlak baik, membiasakannya, memaksanya, dan sabar dalam hal itu, seorang penyair berkata:

تكَرَّمْ لتَعْتادَ الجَمِيلَ ، ولنْ تَرَى ... أَخَا كَرَمٍ إِلَّا بأَنْ يتَكَرَّمَا

“Binalah diri untuk bersikap mulia, agar kamu terbiasa dengan sikap mulia. Kamu tidak akan melihatsaudaramu yang mulai kecuali karena dia telah berusaha membina dirinya untuk menjadi mulia.”

Akhirnya, dengan berdoa kepada Allah Ta’ala semoga Allah memperbaiki akhlaknya, dan membantunya untuk hal tersebut. Dan termasuk doa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-:

 اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي ، فَأَحْسِنْ خُلُقِي (رواه أحمد، رقم 24392 وصححه محققو المسند . وصححه الألباني في صحيح الجامع، رقم 1307)

“Ya Allah, Engkau telah baguskan rupaku, maka baguskan pula akhlakku”. (HR. Ahmad: 24392 dan telah ditashih oleh para peneliti Al Musnad. Dan telah ditashih oleh Albani di dalam Shahih Al Jami’: 1307)

Jika seorang muslim masih buruk akhlaknya pada moment tertentu, maka hendaknya dia segera meminta maaf dan memperbaiki apa yang telah dia rusak serta bertekad memperbaiki akhlaknya.

Ketika seorang muslim berakhlak baik, dia harusnya melakukan hal itu karena Allah Ta’ala, mencari ridha-Nya dan dalam rangka mengikuti Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perkara ini berlaku pada semua ibadah. Kalau dia memperbaiki akhlaknya karena ingin dipuji manusia maka sama saja dia membatalkan pahalanya dan berhak mendapatkan siksa karena riya (pamer).

Maka sebagaimana seorang muslim bersungguh-sungguh untuk ikhlas dalam semua ibadahnya karena Allah, demikian juga mestinya hal itu dia lakukan ketika memperbaiki akhlaknya. Hendaknya selalu hadir di matanya hisab, timbangan, surga dan neraka. Dan bahwa manusia tidak akan memberikan manfaat dan tidak membahayakan-Nya dengan sesuatu.

Mengingat akhirat merupakan perkara terpenting yang akan membantu seorang muslim untk ikhlas karena Allah Ta’ala.

Keempat:

Yang akan membantu untuk berbakti kepada kedua orang tua:

  • Mengenali hak kedua orang tua dan keutamaan mereka. Bagaimana keduanya mendidik anak-anaknya, menanggung semua kesulitan untuk mewujudkan kehidupan yang nyaman bagi mereka.
  • Mengenali nash-nash syari’at yang ada akan perintah berbakti kepada kedua orang tua dan anjuran untuk itu. Demikian juga nash-nash yang mengingatkan akan bahaya durhaka kepada mereka dan mengenali dampak dan balasannya di dunia dan akhirat.
  • Mengetahui bahwa berbakti kepada kedua orang tua termasuk sebab yang paling besar untuk mendapatkan bakti dari anak-anaknya, dan durhaka termasuk sebab yang paling besar mendapatkan durhaka dari anak-anaknya.
  • Melihat biografi generasi terdahulu yang saleh, bagaimana mereka berbakti kepada orang tua ayah dan ibu mereka.
  • Membaca buku-buku dan risalah yang berbicara tentang berbakti kepada kedua orang tua dan durhaka kepada keduanya. Demiakian juga mendengarkan ceramah agama yang berbicara tema tersebut.
  • Hadiah, ucapan baik, wajah berseri, dan banyak berdoa, memuji yang baik, termasuk sebab paling besar yang akan membantu untuk berbakti.

Wallahu a’lam

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam