Ahad 10 Dzulhijjah 1445 - 16 Juni 2024
Indonesian

Apakah Melihat Alam Semesta Itu Termasuk Ibadah?

Pertanyaan

Apakah benar bahwa mengamati alam bernilai ibadah?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Mengamati alam semesta artinya bertafakur terhadap makhluk-makhluk Allah dan apa yang diciptakan Allah di alam semesta ini dan menjadikannya sebagai dalil atas keagungan Allah serta kekuasaan-Nya. Itu termasuk beribadah yang dapat menambah keimanan, menyempurnakan keyakinan. Oleh karena itu seringkali diulang-ulang ajakan untuk melihat hal ini di kitabullah. Sebagaimana fitman Subhanhu:

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

سورة العنكبوت: 20

“Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut: 20)

Dan Firman-Nya:

أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

سورة الغاشية: 17- 20

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?.” (QS. Al-Ghasyiyah: 17-20)

Dan Firman Allah Ta’ala:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

سورة البقرة: 164

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS. Al-Baqarah: 164)

Kalau seseorang melihat ciptaan-ciptaan ini dan memikirkan hikmah diciptakannya, serta indahnya penciptaannya serta Allah jalankan atasnya, maka akan bertambah keimanan dan keyakinannya dan diberi pahala ketika memikirkan hal ini.

Begitu juga jika merenungi nasib suatu bangsa dan kerajaannya yang binasa disebabkan kekufuran dan kemaksiatan mereka, serta mengambil pelajaran atas hal itu. Sebagaimana firman Allah ta’ala tentang kaum Sholeh dan kampungnya serta kampung Tsamud:

فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

سورة النمل: 51- 52

“Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” (QS. AN-Naml: 51-52)

Kalau Cuma sekedar memperhatikan alam semesta hanya untuk menikmati dan kesenangan semata, bukan termasuk ibadah. Hal itu Cuma perkara mubah dengan syarat tidak sampai melalaikan yang wajib dan terjerumus ke yang haram.

Wallahu a’lam

Refrensi: Soal Jawab Tentang Islam