Alhamdulillah
Tidak mengapa
berhutang untuk menikah dan menjaga kehormatan, jika dia mampu melunasinya.
Orang yang melakukan hal tersebut, semoga mendapatkan pertolongan Allah.
Terdapar hadits dalam
riwayat Tirmizi (1655), Nasa'I (3120), Ibnu Majah (2518) dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
bersabda,
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ
: الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ
الْأَدَاءَ ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
"Tiga golongan yang Allah berhak
berikan pertolongan; Mujahid di jalan Allah, budak yang sedang mencicil
melunasi (untuk kemerdekaannya), dan orang yang menikah ingin menjaga
kehormatannya." (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Sunan
Tirmizi).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَخَذَ
أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ
يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ (رواه البخاري 2387)
"Siapa yang mengambil harta orang (berhutang) dan dia hendak
melunasinya, maka Allah akan bantu melunasinya, dan siapa yang mengambilnya
ingin menghancurkannya maka Allah akan menghancurkannya." (HR. Bukhari, no.
2387)
Adapun jika dia tidak mampu melunasinya, maka dimakruhkan
baginya berhutang, baik untuk menikah atau untuk yang lainnya. Karena beban
hutang itu besar. Bahkan hingga Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda
tentang orang yang mati syahid, akan diampuni semua dosanya selain hutangnya
(HR. Muslim, no. 1886)
Allah Ta'ala berfirman,
وَلْيَسْتَعْفِفِ
الَّذِينَ لا يَجِدُونَ نِكَاحاً حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
(سورة النور: 33)
"Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga
kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya."
(QS. An-Nur: 33)
Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan orang
yang tidak mampu menanggung pernikahan, agar berpuasa. (HR. Bukhari, no.
1905, Muslim, no. 1400. Beliau tidak mengarahkan (orang yang tidak mampu)
untuk berhutang.
Semoga Allah memberi taufiq kepada kita semua sesuai yang Dia
cintai dan ridhai.
Wallahua'lam.