Alhamdulillah.
Pertanyaan ini
ditunjukkan kepada Syekh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah dan beliau
berkata: “Doa (dilakukan) sebelum berbuka ketika (akan) terbenam, karena
didalamnya terkumpul jiwa merana, ketertundukan dan dia dalam kondisi
berpuasa. Semuanya ini ada sebagai sebab untuk dikabulkannya. Sementara
kalau sesudah berbuka, maka jiwa telah istirahat dan gembira terkadang lupa.
Akan tetapi telah ada doa dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, kalau
sekiranya shoheh maka (dilakukan) setelah berbuka yaitu,
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ
الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Telah hilang rasa
haus, dan terbasahi tenggorokan serta pahala tetap insyaAllah.’ HR. Abu
Dawud dan dihasankan oleh AL-Bany di shoheh Sunan Abi Dawud, 2066. Hal ini
(dilakukan) sehabis berbuka. Begitu juga telah ada dari sebagian shahabat
dengan berdoa,
اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت
“Ya Allah, hanya
kepadaMu saya berpuasa dan dengan rizkiMu saya berbuka’
Maka anda dapat berdoa sesuai dengan apa yang anda rasa tepat.
Al-Liqa’ As-Syahri no. 8 karangan Syekh Muhammad bin Sholeh AL-Utsaimin rahimahullah