Alhamdulillah.
Yang sesuai sunnah
adalah mensegerakan berbuka. Hal ini yang ditunjukkan oleh banyak hadits,
dari Sahl bin Sa’ad sesungguhnya Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam
bersabda:
(
لا يَزَالُ
النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ ) رواه البخاري (1821) ومسلم (1838)
“Orang-orang
senantiasa dalam kebaikan dikala mensegerakan berbuka.” HR. Bukhori, 1821
dan Muslim, 1838.
Yang seyogyanya
adalah bersegerah untuk berbuka (meskipun) dengan sedikit makanan untuk
menghilangkan sedikit laparnya kemudian menunaikan shalat. Dan setelah itu,
kalau mau kembali ke makanan sampai menyelesaikan keperluannya (makan
sepuasnya).
Dan inilah prilaku
Nabi sallallahu’alaihi wa sallam. Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu
berkata:
( كَانَ
النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ
عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ
تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ ) رواه الترمذي (الصوم / 632)
وصححه الألباني في صحيح أبي داود برقم (560)
“Biasanya Nabi
sallallahu’alaihi wa sallam berbuka sebelum menunaikan shalat dengan rutob
(kurma setengah matang). Kalau tidak didapati, dengan kurma. Kalau tidak
didapati dengan seteguk air.” HR. Tirmizi, puasa/632. Dishohehkan oleh
Al-Bany di shoheh Abu Dawud no. 560.
Al-Mubarokfuri
berkata dalam menjelaskan hadits ini, didalamnya terdapat kesempurnaan yang
lebih dalam anjuran untuk memsegerakan berbuka.